Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryFeb 25, '08 1:14 AM
for everyone
Akhirnya setelah tertunda selama lebih dari sebulan, gue jadi juga pergi ke museum tekstil. Main ke sana tuh intinya demi mengetahui lebih lanjut soal kursus membatik yang diadakan di sana. Well, ternyata lumayan juga harganya (lumayan murah? lumayan mahal? ... kumaha dinya lah). Ratenya 175ribu/4++ hari ketemu. Maksudnya 4++ ketemu ini adalah kalau motif batik yang dibuat lebih rumit, nantinya waktu ketemuannya bisa sampai 5-6 hari ketemu. Si pengajarnya sendiri menyarankan supaya kita yang kursus menyediakan waktu cukup banyak dalam seharinya. Jadi jangan cuma 1-2 jam doang. 6 jam gitu... eheheheheh...

Gimana kesananya? Well, pokoknya naik angkot apa aja yang ke tanah abang. Berhenti di terminal/stasiun kereta tanah abang. Dari situ jalan kaki (atau naik angkot juga bisa sih kalo ga salah. no 08 gt?) mengitari si stasiun (terus melalui belokan nanjak). Setelah melintasi jembatan ntar kelihatan ada pohon-pohon cemara tinggi (total jalan 100 meteran lah). Nah, terus aja sampai sejajar ama si pohon tinggi itu, karena pohon tinggi itu adalah tempat museum tekstil itu berada.

Museumnya sendiri mengecewakan banget. Beda banget sama Ullen Sentalu. Tapi ya... 2 ribu banding 20 ribu sih, jelas lah ya...

Habis dari situ, kita mampir ke museum prasasti. Ke sananya naik 08 yang ke arah jembatan (alias balik lagi ke arah yang tadi) dan berhenti di jalan tanah abang I. Dari situ jalan kaki terus (50 meter) sampai ke ujung jalan. Si museum berada tepat di sebelah kantor walikota Jakarta Pusat.

Yang ada di kepala gue waktu mendengar museum prasasti adalah museum yang berisi arca-arca peninggalan. But I was wrong!!! Isinya adalah batu-batu nisan jadul, yang biasanya terbuat dari marmer/pualam yang kemudian diukir nama si peninggal (maksudnya yang meninggal dunia dan dikuburkan di situ) plus ditambah ukiran malaikat atau apapun itu. Foto-fotonya liat di sini aja ya. Suasananya gloomy banget. Mana waktu itu sempet hujan besar pula (5 menitan gitu sih). Tapi lebih menyenangkan daripada di museum tekstil tadi. Bahkan pake acara ketemu rusa segala. Ehehehe...

Dari museum prasasti, kita cabs ke sunan giri. Ohohoho... another (priceless) place is discovered. Di Sunan Giri ini ada pasar yang isinya penjahit semua, yang biasanya sih ngejahitin kebaya, bustier, de el el. Sempet ngubek-ngubek toko aksesoris gitu (yang ngejual kancing, pita, benang sulam, de es te). Dan menemukan pita beludru yang selama ini gue cari-cari. Wahai kado-kado yang akan kubuat... tunggu gebrakan desain yang gue rencanakan ya...

Gimana caranya ke pasar sunan Giri ini? Naik angkot apapun (include busway) dan berhenti di busway shelter Sunan Giri. Dari situ jalan kaki ke jalan sunan giri (alias turun dari shelter nyebrang ke kanan) dan setelah sekitar 100 meteran, bakal ketemu sama si pasar itu. Gampang kan?

Ayo... terus kita ubek jakarta...

merlitei wrote on Feb 25, '08
wuits! gile.... rajin amat ngubek nya.... salut!!!
Add a Comment